BUDIDAYATANAMAN KARET Pengelolaan Hama Penyakit , Panen , dan Pasca Panen. dan Pasca Panen. Kelompok 3: Rina Indriyani (H0710094) Rizqan Fahri (H0710099) Tri Dhika Utami (H0710113). Budidaya Tanaman Karet. Pengelolaan Hama dan Penyakit Panen Pasca Panen. Biasanya penyadapan dilakukan pada saat pagi hari hingga pukul 07.30. Panen TPH
Untukpenanaman di polybag, tanah dicampur dengan pupuk. Kamu perlu mengenal jenis tanah yang akan digunakan untuk budi daya. Penanaman. Penanaman dapat dilakukan dengan penyemaian atau tanpa penyemaian. Jarak tanam tiap benih atau bibit perlu diperhatikan agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Bibit dapat ditanam
AdeniumTeknik pemanenan adenium dengan cara memotong bunga yang telah siapa panen dilakukan dengan cara miring atau rata, panjang tangkai minimum 30 cm.dipotong dengan menggunakan alat pemotong gunting atau pisau yang tajam dan steril. 2.2 Tekhnik Panen Tanaman Hias Daun Anthurium dan Aglaonema Tekhnik pemanenan pada tanaman hias daun harus
Penumpkandan pengumpulan merupakan tahap pasca panen setelah padi di panen, ketidak tepatan dalam penumpukan padi dapat mengurangi kehilangan hasil yang cukup tinggi, penumpukan sebaiknya menggunakan alas dan wadah untuk mengurangi terjadinya kehilangan hasil. Perontokan; Perontokan dilakukan setelah pemotongan, pengumpulan padi, pada tahap ini kehilangan hasil akibat ketidaktepatan dalam melakukan perontokan dapat mencapai 5 %. Cara perontokan padi menggunakan mesin power thresher.
Lihat11+ proses budidaya tanaman adenium saat panen dan pasca panen Budidaya tanaman hias dapat dilakukan di dalam pot polybag atau dalam hamparan lahan. Proses pemanenan adalah hasil akhir dari kegiatan budidaya tanaman hias yakni penyiapan tanaman untuk disimpan dan dipasarkan. Proses pemanenan dan pasca panen.
G1vqFhf. Edamame atau populer dikenal sebagai kedelai Jepang merupakan salah satu jenis kacang-kacangan yang masih berkerabat dekat dengan kacang bulu kedelai muda. Edamame oleh orang Jepang diucapkan dengan “ay-dah-MAH-may”. Edamame sendiri berasal dari kata eda yang artinya ranting/cabang, dan mame artinya kacang, mengacu pada “buah kacangnya” yang muncul di sela-sela rantingnya dan juga biasanya dipanen bersama cabang-cabangnya. Yang membedakan kacang edamame dengan kedelai lainnya adalah bijinya yang lebih besar, teksturnya lebih halus, rasanya manis, dan lebih mudah dicerna. Di Jepang sendiri, edamame banyak ditemukan hampir di setiap restoran dan tempat makan. Selain enak dikonsumsi, edamame pun telah terbukti mengandung senyawa-senyawa yang sangat baik untuk kesehatan tubuh, bahkan telah dikategorikan sebagai healthy food. Cara Menanam Edamame Tahukah Anda? Meskipun edamame aslinya berasal dari Jepang, namun Jepang justru mengimpor edamame dari negeri tetangga termasuk Indonesia. Tidak heran jika peluang pasar edamame cukup menjanjikan untuk dibudidayakan di Indonesia. Tanpa basa-basi lagi, berikut panduan lengkap menanam edamame 1. Persiapan Lahan Sebelum memulai menanam, terlebih dahulu lahan harus digemburkan. Tanah dibajak sekitar 15 hari sebelum tanam dan 5 hari setelahnya tanah sebaiknya dibajak halus atau dihancurkan. Setelah itu, 5 hari berikutnya, buatlah bedengan dengan panjang 10 m, lebar 1 m, dan tinggi bedengan 20-25 cm. Jarak antar bedengan sekitar 30 cm. Bedengan dibuat menghadap selatan dan utara. Tahap persiapan lahan. Sebelum akhirnya ditanam, perlu dilakukan pemupukan dasar yang dilakukan 3 hari sebelum benih ditanam dengan cara ditabur merata di atas bedengan yang telah disiapkan sebelumnya. Pupuk dasar sendiri terdiri dari SP 36 sebanyak 200 kg/hektar dan ditambahkan kapur pertanian sebanyak 600 kg/hektar. 2. Persiapan Benih Pilihlah benih edamame yang berkualitas, ditandai dari benihnya yang tidak cacat. Anda juga bisa memperoleh benihnya di toko pertanian. Benih edamame yang dibutuhkan sekitar 80-100 kg/hektar. 3. Proses Penanaman Bedengan sebaiknya diairi terlebih dahulu sehari sebelum benih ditanam, agar tanah dalam keadaan basah/lembab keesokan harinya. Benih edamame yang telah disiapkan ditanam pada bedengan dengan jarak tanam 14×25 cm jika musim hujan dan 12×20 cm jika ditanam saat musim kemarau, kedalaman 1,5-2 cm. Masukkan 1 benih per lubang tanam lalu tutupi dengan tanah gembur. 4. Penyiangan Bibit edamame telah tumbuh beberapa daun. Gulma atau rerumputan lainnya perlu dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman edamame. Penyiangan dilakukan ketika tanaman berusia 9 atau 10 hari sejak tanam, selanjutnya dilakukan sesuai kondisi tanaman. 5. Pengairan Pengairan dilakukan seminggu sekali dengan tetap memperhatikan kondisi tanahnya. Lakukan pengairan dengan cara penggenangan hingga air dalam kapasitas lapang. 6. Pemupukan Pemupukan susulan tahap pertama dilakukan ketika tanaman berusia 10 HST dengan memberikan KCL 50 kg/ha, ZA 50 kg/ha, dan urea 150 kg/ha. Pemupukan susulan tahap kedua dilakukan ketika tanaman berusia 21 HST dengan memberikan KCL 100 kg/ha, ZA 100 kg/ha, dan urea 50 kg/ha. 7. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Seperti kebanyakan tanaman pada umumnya, edamame juga tidak luput dari serangan organisme pengganggu tanaman OTP yang mengakibatkan terjangkitnya hama dan penyakit. Pengendalian OPT dilakukan secara terkendali, selektif, dan terpadu berdasarkan jenis penyakit dan hama yang menyerangnya. Jenis OPT yang menyerang edamame biasanya juga sama dengan jenis OPT yang menyerang tanaman kedelai, sehingga pengendaliannya tidak berbeda jauh dengan yang biasanya dilakukan terhadap tanaman kedelai. OPT yang biasanya menyerang tanaman edamame adalah lalat pucuk, penggerek batang, ulat grayak, dan jamur. Pengendalian dengan cara menyemprotkan Reagent 50 C dengan takaran 1 gr dicampur dengan 1 liter air dan ditambah Ingrofol 50 WP dengan dosis l/ha. Perlu dilakukan pengendalian hama agar tanaman edamame tumbuh sehat. Pengendalian hama ini sangatlah penting karena mempengaruhi kualitas Edamame. Edamame yang banyak diminati pasar ekspor maupun lokal adalah edamame yang bernas, bebas dari bekas hama dan penyakit serta ditandai dengan polongnya yang berwarna hijau segar. 8. Panen dan Pasca Panen Tahap memanen edamame. Masa panen muda dilakukan ketika polong mudanya masih berwarna hijau yaitu saat mencapai umur 65 HST dengan hasil diperkirakan mencapai 7,5 ton/ha. Panen dilakukan secara serentak dengan cara diseleksi dengan interval waktu panen 2 hari sekali. Untuk panen polong yang telah masak sepenuhnya, bisa dilakukan ketika tanaman berusia 90-100 HST. Hasil panen edamame. Agar edamame yang sudah dipanen tetap segar maka hindarkan dari paparan sinar matahari, bawalah ke tempat teduh agar edamame tidak rusak dan tetap mempertahankan kesegaran warnanya. Polong yang kotor bisa dibersihkan dengan cara dicuci menggunakan air mengalir lalu ditiriskan. Edamame selanjutnya dikemas dan siap dipasarkan 🙂 Demikian penjelasan mengenai tahap-tahap menanam edamame yang baik dan benar. Selamat mencoba 🙂 Cek juga yuk benih tanamannya disini, tersedia juga kemasan kecil isi 50 biji, klik disini. Masuk
Proses Budidaya Tanaman Adenium Saat Panen Dan Pasca Panen Pelajari from Use tags for bulleted list. Apa Itu Tanaman Adenium? Apa Itu Tanaman Adenium?Apa Itu Proses Budidaya Tanaman Adenium Saat Panen dan Pasca Panen?Bagaimana Memperlakukan Tanaman Adenium Setelah Panen?Apa Manfaat Budidaya Tanaman Adenium?Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan saat Budidaya Tanaman Adenium?Kesimpulan Tanaman Adenium adalah tanaman sukulen yang berasal dari Afrika Barat. Tanaman Adenium memiliki bunga yang indah dan beraroma, dan paling dikenal karena bentuknya yang menyerupai pohon bonsai. Tanaman ini juga dikenal dengan sebutan Pohon Api’ karena warna merahnya yang menyala-nyala. Tanaman Adenium dapat hidup di berbagai jenis tanah dan iklim, dan dapat tumbuh di wilayah tropis, subtropis, dan semi-arid. Tanaman Adenium dapat tumbuh dengan sangat subur dan memiliki umur panjang. Selain itu, Tanaman Adenium juga memiliki beberapa manfaat lainnya. Tanaman Adenium dapat menghasilkan sejumlah besar energi dan nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman di sekitarnya. Tanaman ini juga bisa melepaskan karbon, yang berfungsi sebagai sumber energi untuk tanaman di sekitarnya. Tanaman Adenium juga dapat menahan air dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap air, yang berfungsi untuk mengurangi kekeringan di sekitar tanah. Tanaman Adenium juga dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti untuk dekorasi, obat, ataupun untuk mengubah suasana di sekitar. Tanaman ini juga dapat menghasilkan berbagai jenis produk, seperti minyak, krim, dan bubuk, yang memiliki khasiat obat. Dengan demikian, Tanaman Adenium sangat bermanfaat bagi manusia dan lingkungan. Proses budidaya Tanaman Adenium saat panen dan pasca panen dapat dibagi menjadi beberapa tahapan. Tahapan ini berfokus pada perawatan tanaman dan pembersihan setelah panen. Pertama, petani harus memastikan tanah yang digunakan untuk budidaya tanaman Adenium cukup kaya nutrisi dan bersih dari sampah. Selain itu, petani juga harus menyiram tanaman secara teratur untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Kedua, setelah panen, petani harus melakukan pembersihan tanaman Adenium dengan menyapu dan membersihkan tanah di sekitarnya. Petani juga perlu memotong tanaman yang sudah mati. Dengan begitu, tanaman Adenium akan tetap subur dan sehat. Ketiga, petani juga harus memastikan bahwa tanah tetap kering dan tidak berlebihan kering. Petani juga harus menerapkan metode penyiraman yang tepat untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Keempat, petani harus melakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma dan rumput liar. Petani juga harus memastikan bahwa tanah tidak tergenang air. Petani juga harus membersihkan tanah setelah setiap panen. Dengan demikian, tanah akan tetap kering dan subur. Petani juga harus memastikan bahwa tanah tidak terlalu lembab untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Bagaimana Memperlakukan Tanaman Adenium Setelah Panen? Setelah panen, petani harus memastikan bahwa tanaman Adenium tetap sehat dan subur. Petani harus terus menyiram tanaman secara teratur agar tanaman tetap hidup. Petani juga harus memastikan bahwa tanah tetap kering dan tidak tergenang air. Petani juga harus menerapkan metode penyiraman yang tepat agar tanaman tetap subur dan sehat. Selain itu, petani juga harus membersihkan tanah setelah setiap panen untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Petani juga harus memastikan bahwa tanah tetap kaya nutrisi. Petani harus menambahkan pupuk ke tanah secara teratur untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Selain itu, petani juga harus melakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma dan rumput liar. Petani juga harus memotong tanaman yang sudah mati agar tanaman Adenium tetap hidup dan subur. Petani juga harus memastikan bahwa tanah tidak terlalu lembab. Petani harus menyiram tanaman secara teratur dan menggunakan metode penyiraman yang tepat agar tanah tetap kering dan tidak tergenang air. Petani juga harus memastikan bahwa tanah tetap bersih dan tidak berlebihan kering. Dengan demikian, tanaman Adenium akan tetap subur dan sehat. Apa Manfaat Budidaya Tanaman Adenium? Budidaya Tanaman Adenium sangat bermanfaat bagi petani dan lingkungan. Budidaya tanaman Adenium dapat menghasilkan sejumlah besar energi dan nutrisi yang bermanfaat bagi tanaman di sekitarnya. Tanaman ini juga bisa melepaskan karbon, yang berfungsi sebagai sumber energi untuk tanaman di sekitarnya. Tanaman Adenium juga dapat menahan air dan meningkatkan kemampuan tanah untuk menyerap air, yang berfungsi untuk mengurangi kekeringan di sekitar tanah. Selain itu, budidaya tanaman Adenium juga dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan menghasilkan lebih banyak hasil. Tanaman ini juga dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti untuk dekorasi, obat, ataupun untuk mengubah suasana di sekitar. Tanaman Adenium juga dapat menghasilkan berbagai jenis produk, seperti minyak, krim, dan bubuk, yang memiliki khasiat obat. Dengan demikian, budidaya tanaman Adenium sangat bermanfaat bagi petani dan lingkungan. Apa Saja Hal yang Perlu Diperhatikan saat Budidaya Tanaman Adenium? Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat budidaya tanaman Adenium, yaitu Memastikan tanah cukup kaya nutrisi dan bersih dari sampah. Menyiram tanaman secara teratur untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Membersihkan tanah setelah setiap panen. Melakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma dan rumput liar. Memastikan bahwa tanah tidak terlalu lembab. Dengan mengikuti hal-hal di atas, petani dapat menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman Adenium. Petani juga dapat memastikan bahwa tanah tetap bersih dan kaya nutrisi. Dengan demikian, budidaya tanaman Adenium akan berhasil dengan baik dan menghasilkan banyak hasil. Kesimpulan Proses budidaya Tanaman Adenium saat panen dan pasca panen merupakan proses yang penting untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Petani harus memastikan bahwa tanah cukup kaya nutrisi dan bersih dari sampah, serta menyiram tanaman secara teratur untuk menjaga kesuburan tanah dan kehidupan tanaman. Petani juga harus melakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma dan rumput liar, serta memastikan bahwa tanah tidak terlalu lembab. Dengan demikian, budidaya tanaman Adenium akan berhasil dengan baik dan menghasilkan banyak hasil.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lahan pasca tambang seluas 30,14 hektare milik PT Semen Baturaja Tbk, anak usaha SIG, di Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten Ogan Komering Ulu OKU Sumatra Selatan yang telah dilakukan reklamasi, kini telah menjadi rumah bagi koloni lebah trigona sejak dibudidayakan pada Juli 2021 lalu. Lebah trigona merupakan salah satu jenis lebah tanpa sengat penghasil madu terbaik karena memiliki tingkat kandungan bee pollen paling tinggi. Madu trigona berwarna agak gelap dan tidak bening, serta memiliki rasa yang unik dari perpaduan manis, asam, dan pahit. Selain dikenal sebagai penghasil madu terbaik, lebah trigona juga merupakan produsen propolis terbaik di dunia. Budidaya lebah trigona terbilang cukup mudah, sehingga banyak dipelihara secara tradisional oleh masyarakat pedesaan sekitar kawasan reklamasi dan revegetasi dengan menggunakan metode silvikultur yang telah dijalankan oleh Semen Baturaja, terbukti telah berhasil mengubah lahan pascatambang menjadi lahan asri yang kaya akan beragam jenis tanaman, khususnya tanaman hias berbunga yang sangat disukai oleh koloni lebah. Saat ini, sedikitnya terdapat 30 jenis tanaman dengan total sebanyak pohon yang telah ditanam, diantaranya kaliandra, cemara, flamboyan, durian, mangga, kelengkeng, rukam, nangka, trembesi, mahoni, dan matoa. Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, budidaya lebah trigona merupakan inovasi yang dilakukan oleh Semen Baturaja untuk membantu proses penyerbukan tanaman di lahan reklamasi pascatambang sekaligus sebagai penghasil madu. Lebih dari itu, juga sebagai upaya dalam meningkatkan keanekaragaman hayati di lahan reklamasi pascatambang Pabrik Baturaja yang diharapkan dapat memberikan nilai secara ekonomis maupun ekologis. "Lebah tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan manusia melalui madu yang diproduksinya, tetapi juga bagi kelangsungan hidup manusia dan kenanekaragaman hayati lainnya. Karena lebah berperan sebagai penyerbuk utama tanaman untuk produksi pangan sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman yang menjadi makanan dan tempat berlindung bagi makhluk lainnya," kata Vita Mahreyni. Vita Mahreyni menambahkan, lahan reklamasi pascatambang Pabrik Baturaja yang ditanami beragam jenis tanaman, menjadi tempat yang potensial untuk melakukan budidaya lebah trigona, khususnya tanaman hias berbunga yang banyak menggandung nectar dan pollen yang sangat disukai oleh koloni lebah. Saat ini terdapat 45 koloni lebah yang tersebar di 3 lokasi, meliputi lahan penyemaian green house sebanyak 18 koloni, area reklamasi disposal 1 sebanyak 19 koloni, dan area rekalamsi disposal 2 sebanyak 8 panen madu dilakukan dalam rentang waktu 2-3 bulan sekali, dimana 1 koloni bisa menghasilkan 0,5 sampai dengan 1 liter madu. Sejak dibudidayakan pada Juli 2021 hingga Mei 2023, telah dilakukan pemanenan sebanyak 10 kali dengan hasil yang terus menunjukkan peningkatan."Panen yang dilakukan pada Mei 2023 berhasil menghasilkan 12,5 liter madu, atau mengalami peningkatan dari panen perdana pada September 2021 sebanyak 2,3 liter. Budidaya lebah trigona ini diharapkan dapat terus berkembang, agar dapat menciptakan nilai ekonomis tidak hanya bagi perusahaan tetapi juga untuk banyak pihak," ujar Vita lebah trigona di lahan pasca tambang Pabrik Baturaja merupakan inovasi karyawan Semen Baturaja yang telah meraih penghargaan pada ajang nasional hingga internasional. Seperti penghargaan peringkat Excellent pada ajang International Quality & Productivity Convention IQPC yang dilaksanakan di Bali pada 22-27 Oktober 2022, dan penghargaan peringkat Platinum pada ajang Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional TKMPN XXV tahun 2021. [GambasVideo CNBC] rob/ayh
Salah satu tanaman hias yang sedang populer saat ini adalah adenium. Sekilas bentuk tanaman adenium ini mirip seperti pohon kamboja. Maka dari itu, ada banyak yang menyebutnya sebagai kamboja jepang. Penyebutan ini sebenarnya salah kaprah ya. Mengapa? Karena adenium bukan merupakan anggota dari keluarga kamboja. Selain itu, adenium juga berasal dari daerah Afrika sampai Asia Barat, bukan Jepang. Di habitat alaminya, tanaman adenium sering kali disebut sebagai rose of dessert mawar padang pasir. Jadi Anda jangan salah dalam menyebutnya lagi adenium memang memiliki pola warna yang sangat indah. Kombinasi warna merah pekat, merah, dan pink dengan putih akan semakin cantik berkat ukuran kelopaknya yang begitu besar. Bahkan saat ini ada pula bunga adenium yang memiliki warna kuning, putih, ungu, serta hitam. Begitu pula pada bagian batang adenium tersebut yang mempunyai nilai artistik tinggi dan dapat dibentuk menjadi bonsai. Anda bisa mencoba menanamnya sendiri di taman rumah. Dengan perawatan yang baik, tanaman tersebut sanggup menghasilkan bunga-bunga indah yang begitu ikuti panduan dari kami di bawah ini untuk dapat menanam adenium, lalu merawatnya dengan baik supaya tanaman tersebut tumbuh subur dan rajin DAN BAHAN Bibit adeniumPotTanahPasirSekam bakaarPupuk kandangCetokPisauLANGKAH KERJA Menyiapkan Bibit AdeniumPerkembangbiakan tanaman adenium dapat dilakukan menggunakan biji, stek batang, atau cangkok. Biji adenium yang digunakan berasal dari buah yang sudah matang dan disemai sampai tumbuh tunas-tunas kecil. Sedangkan pencangkokan dapat dilaksanakan pada batang yang telah berdiameter minimal 3 cm. Jikalau mau yang lebih mudah dan cepat, Anda juga dapat menyetek batang adenium yang sudah cukup tua. Silakan Anda bisa memilih teknik penanaman sesuai dengan selera. Barulah kemudian, Anda dapat melanjutkannya ke tahap berikutnya di bawah Media TanamKarena habitat aslinya adalah gurun, tanaman adenium membutuhkan struktur media tanam yang agak berpasir. Anda dapat membuatnya dengan mencampurkan tanah, pasir, sekam padi, dan pupuk kompos dengan perbandingan 3321. Usahakan media tanam ini sudah tercampur rata sebelum siap digunakan. Langkah berikutnya ialah media tanam yang telah diolah tersebut lalu dimasukkan ke dalam pot sampai penuh. Pada bagian dasar pot lantas dilapisi dengan beberapa pecahan genting supaya media tanamnya tidak mudah keluar dari pot ketika Anda Bibit AdeniumPenanaman bibit adenium bisa dilakukan dengan cara mengubur bagian akarnya. Tanah di pot tak perlu Anda padatkan guna menghindari kemungkinan patahnya akar tanaman ini. Anda dapat mengambil bibit adenium terlebih dahulu. Setelah itu, Anda bisa mengeluarkan bibit tersebut dari dalam polybag dengan hati-hati. Jangan terlalu kasar saat mengeluarkan bibit adenium ini ya. Lalu Anda dapat segera menanam bibit tersebut di dalam pot. Silakan Anda menanamkannya dengan tepat. Kemudian Anda bisa menyiram tanaman ini memakai air yang secukupnya AdeniumBanyak orang yang mengira adenium sangat menyukai air sebab mempunyai batang yang lunak. Padahal justru sebaliknya, air dapat mengakibatkan tanaman mudah membusuk dan mati. Hal ini karena, seperti kebanyakanan tanaman gurun yang lainnya, adenium biasanya menyimpan cadangan air serta makanan di dalam bagian umbinya. Usahakan tanaman adenium diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari lansung. Cahaya matahari pagi ini sangat efektif untuk memicu tumbuhnya bunga-bunga pada tanaman ini. Selain itu pemangkasan juga perlu dilaksanakan secara berkala untuk menjaga keindahan bentuknya. Sedangkan untuk pemupukan ulang tanaman adenium dapat Anda lakukan sebulan sekali.
Pendahuluan Bio teknologi adalah penerapan teknologi yang didasarkan pada system kehidupan untuk mengembangkan proses dalam produk komersial. Atau merupakan pendaya gunaan system hayati untuk memproduksi barang dan jasa secara teknologi yang menguntungkan yang diarahkan untuk kesejahteraan manusia. Rekayasa teknologi pertanian mencakup tentang pratanam, rekayasa genetik, rekayasa teknologi budidaya, dan rekayasa teknologi pasca panen dan pengolahan produk hasil pertanian. 1. Rekayasa teknologi pratanam Fase pra tanam 1. Syarat Tumbuh 2. Pola Tanam 3. Penyiapan Lahan 4. Pemilihan Bibit 2. RekayasA Genetika’ Rekayasa Genetika adalah teknik yang dilakukan manusia mentransfer memindahkan gen DNA yang dianggap menguntungkan dari satu organism kepada susunan gen DNA dari organism lain. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam rekayasa genetika genetika secara sederhan urutannya sebagai berikut 1. Mengindetifikasikan gen dan mengisolasi gen yang diinginkan. 2. Membuat DNA/AND salinan dari ARN Duta. 3. Pemasangan cDNA pada cincin plasmid 4. Penyisipan DNA rekombinan kedalam tubuh/sel bakteri. 5. Membuat klon bakteri yang mengandung DNA rekombinan 6. Pemanenan produk. Manfaat Rekayasa Genetika a. Meningkatnya derajat kesehatan manusia, dengan diproduksinya berbagai hormone manusia seperti insulin dan hormone pertumbuhan. b. Tresedianya bahan makanan yang lebih melimpah. c. Tersedianya sumber energy yang terbaharui. d. Proses industry yang lebih murah. e. Berkurangnya polusi. Rekayasa genetika Ing. genetic engineering dalam arti paling luas adalah penerapan genetika untuk kepentingan manusia. Dengan pengertian ini kegiatan pemuliaan hewan atau tanaman melalui seleksi dalam populasi dapat dimasukkan. Demikian pula penerapan mutasi buatan tanpa target dapat pula dimasukkan. Walaupun demikian, masyarakat ilmiah sekarang lebih bersepakat dengan batasan yang lebih sempit, yaitu penerapan teknik-teknik biologi molekular untuk mengubah susunan genetik dalam kromosom atau mengubah sistem ekspresi genetik yang diarahkan pada kemanfaatan tertentu. Obyek rekayasa genetika mencakup hampir semua golongan organisme, mulai dari bakteri, fungi, hewan tingkat rendah, hewan tingkat tinggi, hingga tumbuh-tumbuhan. Bidang kedokteran dan farmasi paling banyak berinvestasi di bidang yang relatif baru ini. Sementara itu bidang lain, seperti ilmu pangan, kedokteran hewan, pertanian termasuk peternakan dan perikanan, serta teknik lingkungan juga telah melibatkan ilmu ini untuk mengembangkan bidang masing-masing. 3. Rekayasa teknologi budidaya Teknik budidaya tanaman terutama tanaman padi telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi. Budidaya padi sawah Ing. paddy atau paddy field, diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok. Budidaya padi lahan kering, dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah. Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan. Budidaya gogo rancah atau disingkat gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering. Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya memiliki musim hujan singkat. Setiap sistem budidaya memerlukan kultivar yang adaptif untuk masing-masing sistem. Kelompok kultivar padi yang cocok untuk lahan kering dikenal dengan nama padi gogo. Secara ringkas, bercocok tanam padi mencakup persemaian, pemindahan atau penanaman, pemeliharaan termasuk pengairan, penyiangan, perlindungan tanaman, serta pemupukan, dan panen. Aspek lain yang penting namun bukan termasuk dalam rangkaian bercocok tanam padi adalah pemilihan kultivar, pemrosesan biji dan penyimpanan biji. d. Rekayasa teknologi pasca panen Dalam pertanian, panen adalah kegiatan mengumpulkan hasil usaha tani dari lahan budidaya. Istilah ini paling umum dipakai dalam kegiatan bercocok tanam dan menandai berakhirnya kegiatan di lahan. Namun demikian, istilah ini memiliki arti yang lebih luas, karena dapat dipakai pula dalam budidaya ikan atau berbagai jenis objek usaha tani lainnya, seperti jamur, udang, atau alga/gulma laut. Secara kultural, panen dalam masyarakat agraris sering menjadi alasan untuk mengadakan festival dan perayaan lain. Panen pada masa kini dapat dilakukan dengan mesin pemanen seperti combine harvester, tetapi dalam budidaya yang masih tradisional atau setengah trandisional orang masih menggunakan sabit atau bahkan ani-ani. Alat pemanen lain yang tidak dikenal di Indonesia adalah scythe dan reaper. Panen tanpa mesin merupakan salah satu pekerjaan dalam budidaya yang paling memakan banyak tenaga kerja. Kegiatan ini dapat langsung diikuti dengan proses pascapanen atau pengeringan terlebih dahulu. 1. Panen Ø Tanaman yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik hortikutura Ø Hortikutura sayuran, buah, dan tanaman hias Ø Kualitas produk hortikultura ketepatan waktu panen Ø Waktu panen yang tepat saat masak fisiologis Ø Kualitas produk hortikultura setelah dipanen tidak bisa dinaikkan, hanya bisa dipertahankan Ø Pada saat dipanen kualitasnya harus maksimal, dengan penanganan yang baik, dapat dipertahankan untuk waktu yang lama Ø Indikator/penanda yang dapat digunakan untuk penentuan waktu panen yang tepat kenampakan visual, indikator fisik, analisis kimiawi, indikator fisiologis, komputasi a. Indikator Visual Ø Paling banyak dipergunakan, baik pada komoditas buah maupun sayuran Ø Dasarnya perubahan warna, ukuran, dan lain-lain Ø Sifatnya sangat subyektif, keterbatasan dari indra penglihatan manusia Ø Sering salah pemanenan dilakukan terlalu muda/awal atau terlalu tua/sudah lewat panen Ø Indikator Fisik Ø Sering digunakan, khususnya pada beberapa komoditas buah Ø Indikatornya mudah tidaknya buah dilepaskan dari tangkai buah, uji ketegaran buah penetrometer Ø Uji ketegaran buah lebih obyektif, karena dapat dikuantitatifkan Ø Prinsip buah ditusuk dengan suatu alat, besarnya tekanan yang diperlukan untuk menusuk buah menunjukkan ketegaran buah Ø Semakin besar tekanan yang diperlukan buah semakin tegar, proses pengisian buah sudah maksimal/masak fisiologis dan siap dipanen b. Analisis Kimia Ø Terbatas pada perusahaan besar relatif mahal, lebih banyak dipergunakan pada komoditas buah Ø Indikator pengamatan kandungan zat padat terlarut, kandungan asam, kandungan pati, kandungan gula Ø Metode analisis kimia lebih obyektif dari pada visual, karena terukur Ø Dasarnya terjadinya perubahan biokimia selama proses pemasakan buah Ø Perubahan yang sering terjadi pati menjadi gula, menurunnya kadar asam, meningkatnya zat padat terlarut c. Komputasi Ø Yang dihitung jumlah dari suhu rata-rata harian selama satu siklus hidup tanaman derajad hari mulai dari penanaman sampai masak fisiologis Ø Dasarnya adanya korelasi positif antara suhu lingkungan dengan pertumbuhan tanaman Ø Dapat diterapkan baik pada komoditas buah maupun sayuran d. Indikator Fisiologis Ø Indikator utama laju respirasi Ø Sangat baik diterapkan pada komoditas yang bersifat klimakterik kurang cocok pada komoditas yang non klimakterik Ø Saat komoditas mencapai masak fisiologis, respirasinya mencapai klimakterik paling tinggi Ø Berarti kalau laju respirasi suatu komoditas sudah mencapai klimakterik, siap dipanen Ø Ketepatan saat panen sangat menentukan kualitas produk Ø Produk yang dipanen tidak tepat waktu kuantitas dan kualitasnya menurun Ø Pemanenan terlalu muda/awal menurunkan kuantitas hasil, pada banyak komoditas buah menyebabkan proses pematangan tidak sempurna sehingga kadar asam justru meningkat buah terasa masam Ø Pemanenan terlalu tua/lewat panen kualitas menurun dengan cepat saat disimpan, rentan terhadap pembusukkan, pada beberapa komoditas sayuran menyebabkan kandungan serat kasarnya meningkat, tidak renyah lagi Ø Pemanenan secara manual menggunakan tangan maupun mekanisasi Ø Cara panen yang dipilih ditentukan oleh ketersediaan tenaga kerja, luasan areal pertanaman Ø Yang perlu diperhatikan saat panen sedapat mungkin menghindarkan komoditas dari kerusakan fisik seperti memar, luka, lecet, dll Ø Adanya kerusakan fisik pada komoditas memacu pembusukkan, memacu transpirasi dan respirasi cepat layu dan menurun kualitasnya, menginduksi serangan hama/penyakit pasca panen 2. Pasca Panen Ø Setelah komoditas dipanen, perlu penanganan pasca panen yang tepat supaya penurunan kualitas dapat dihambat Ø Komoditas hortikultura kebanyakan dikonsumsi dalam keadaan segar sehingga perlu penanganan pasca panen yang ekstra supaya tetap segar Ø Yang dapat dilakukan setelah pemanenan hanyalah mempertahankan kualitas dalam waktu selama mungkin bukan meningkatkan kualitas Ø Perlakuan utama dalam pasca panen tujuannya menghambat laju transpirasi dan respirasi dari komoditas Ø Komoditas hortikultura, setelah dipanen masih tetap merupakan jaringan hidup Ø Jaringan hidup menjalankan aktifitas fisiologis yaitu transpirasi dan respirasi Ø Transpirasi menyebabkan hilangnya air dari komoditas, berpengaruh terhadap kesegaran/kerenyahan komoditas Ø Respirasi menyebabkan berkurangnya cadangan makanan dalam bentuk pati, gula, dll dalam komoditas, mengurangi rasa dari komoditas terasa hambar, memacu senescence komoditas, memacu pembusukkan Ø Transpirasi dan respirasi merupakan penyebab utama kerusakan pada komoditas hortikultura 3. Penangana pasca panen Ø Pendinginan pendahuluan menurunkan suhu komoditas menjadi lebih rendah dari suhu di lapangan, sehingga suhu komoditas mendekati suhu ruang simpan Ø Pencucian membersihkan komoditas dari kotoran yang melekat, menghilankan bibit-bibit penyakit yang masih melekat Ø Pengeringan menghilangkan air yang berlebihan pada permukaan komoditas Ø Pelapisan dengan lilin khususnya untuk komoditas buah, tujuannya mengurangi suasana aerobik dalam buah, memberikan perlindungan yang diperlukan terhadap organisme pembusuk Ø Sortasi mutu/grading menurut ukuran Pengepakan/pengemasan
proses budidaya tanaman adenium saat panen dan pasca panen