Nabi Ibrahim tentu saja sangat berat hati dan sedih karena harus meninggalkan Siti Hajar dan Ismail yang kala itu masih menyusui, di daerah Mekkah karena harus kembali ke isteri pertama atas perintah Allah. Selama ditinggal oleh suaminya, Siti Hajar mengalami banyak sekali cobaan, salah satunya adalah kesulitan untuk menemukan sumber air minum
A A A. Nabi Ibrahim meninggalkan istrinya, Siti Hajar , dan putranya, Ismail, di daerah nan tandus, Makkah . Setelah Ismail dewasa dan sudah menikah, sedangkan Siti Hajar sudah wafat, Nabi Ibrahim sempat mendatangi tempat tersebut. Sayangnya, beliau tak berjumpa putranya itu. Dalam buku " Ar-Risalah, Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW ", Ja'far
source: shutterstock. Perjalanan hidup Siti Hajar mengantarkan ia pada suatu hari yang sangat berat. Hari tersebut adalah hari ketika Nabi Ibrahim, suami dari Siti Hajar dan ayah dari Nabi Ismail, memutuskan untuk memindahkan Siti Hajar ke suatu tempat karena kecemburuan yang dimiliki oleh Siti Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim.
Ibrahim menjawab, “Ya” Hajar berkata, “Kalau begitu Allah tidak akan menyia-nyiakan kami” (HR Bukhari) Kedua, sosok isteri sholihah yang ada pada diri Hajar. Hajar, dialah wanita yang diberikan kepada Ibrahim dari pembesar Mesir. Ibrahim pun menikahinya. Hajar adalah seorang istri yang taat dan patuh pada suaminya.
Keenam, paling panjang melakukan perjalanan hijrah dan dakwah. Imam Ath Thabari dalam kitabnya, Tarikh al Umam wa al Muluk mengisahkan perjalanan Nabi Ibrahim dalam hijrahnya menempuh jarak sekurangnya 1.500 kilometer dengan dipandu Malaikat Jibril. Ibrahim meninggalkan negerinya, Ur, Babilonia (sekarang wilayah Turki) menuju Kan’an (Palestina).
yyY588D.
mengapa nabi ibrahim meninggalkan siti hajar